soal ketuhanan yesus

20 Dec 2008

Malam Ke 3 : Soal Ketuhanan Yesus

A: Sebagaimana kita telah rembuk kemarin malam, apakah akan dilanjutkan juga
musyawarah kita ini

B: Memang demikian, karena kedatangan kami kemari khususnya untuk
melanjutkan pertemuan kita kemarin malam

A: Kalau tidak khilaf, pembicaraan kita masih berkisar dalam soal ketuhanan
Yesus dalam Bibel.

B: Betul begitu. Kemarin malam saya mengharapkan agar bapak menunjukkan
ayat-ayat dalam Kitab Injil; apakah Yesus itu Tuhan atau bukan.

A: Kemarin malam, telah saya tunjukkan. Agar berurutan sebaiknya kita ulangi
lagi ayat-ayat Injil tersebut, lalu akan saya tunjukkan lagi ayat-ayatnya yang lain;
setujukah saudara pendapat saya ini.

B: Memang sebaiknya begitu, agar berurutan dan bertambah jelas baiklah
diulangi lagi.

A: Silahkan Buka Matius pasal 1 ayat 16

B: Baik, dalam pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan Yakub
memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria ialah yang melahirkan Yesus, yang
disebut Kristus”.

A: Di sini jelas , ayat ini menyebutkan sendiri, bahwa Yesus diperanakkan oleh
Maria. Jadi Yesus adalah anak manusia, bukan anak Tuhan, sebagaimana telah
saya terangkan dalam pertemuan pertama.

B: Ya, pada pertemuan pertama bapak telah terangkan dan saya telah mengerti.
Menurut pendapat bapak, apakah sebenarnya yang dimaksudkan dengan kata:
“Yesus dan Kristus”.

A: Apakah saudara belum mengetahui arti daripada dua buah kata tersebut..?

B: Saya mengerti. Tetapi hanya untuk mencocokkan saja dengan penafsiran
bapak.

A: Baik, Yesus adalah bahasa Yunani, yang berarti: “Melepaskan”, melepaskan
manusia daripada dosa.

B: Darimanakah adanya keterangan bahwa Yesus itu berarti melepaskan dosa.

A: Sebetulnya susunan pertanyaan itu timbul dari saya. Tetapi saya mengerti
mungkin saudara akan menguji saya tentang Injil, walaupun begitu saya penuhi
juga pengharapan saudara. silahkan periksa di Matius pasal 1 ayat 21

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Maka ia akan beranakkan seorang anak
laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan
melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya”.

A: Itulah ayatnya, Arti Kristus ialah Almasih, Sang Sabda, Adil, Ratu Salem dan
ada beberapa lagi artinya yang lain: Kata Almasih dalam Injil bahasa Inggris
disebut: “Christ the Lord”, didalam Injil bahasa Arab disebut: “Almasih Ar-Robb”.
Kata “Lord dan Robb” artinya tuanku, paduka tuan, dan ada juga dengan arti
Tuhan, dan lain-lain lagi. Akan tetapi karena Yesus sendiri mengaku bahwa ia
bukan Tuhan melainkan utusanNya bagaimana tersebut dalam kitab Injil Johanes
pasal 17 ayat 23, dan ia diperanakkan oleh manusia, sebagaimana tersebut
dalam Injil Matius pasal 1 ayat 16 dan 21, malah ia sendiri yang berkata dan
mengakui bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), sebagaimana disebutkan dalam Injil
Markus, pasal 12 ayat 29 dan diayat-ayat Injil yang lain-lain, maka berdasarkan
pengakuan Yesus itu, jelas Yesus itu bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.

B: Benar yang bapak maksudkan itu.

A: Selanjutnya harap periksa lagi di Markus pasal 12 ayat 29

B: Di sini menyebutkan : “Maka jawab Yesus kepadanya: “Hukum yang terutama
inilah: dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah Tuhan Yang
Esa”"

A: Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan
sebagaimana telah saya terangkan.

B: Ya, sudah bapak terangkan kemarin malam.

A: Periksa lagi Ulangan pasal 4 ayat 35

B: Di sini menyebutkan: “Maka kepadamulah Ia itu ditunjuk, supaya diketahui
olehmu bahwa Tuhan itu Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain
lagi”.

A: Kitab Injil saudara sendiri yang menyebutkan dan Yesus sendiri yang
menyampaikan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Esa. Jadi tegas
sekali Yesus sendiri tidak mengaku menjadi Tuhan. Inipun telah saya terangkan
pada pertemuan kita kemarin malam.

B: Ya, saya sudah mengerti dan menerimanya.

A: Periksa lagi di Ulangan pasal 6 ayat 4

B: Di Ulangan pasal dan ayat tersebut menyebutkan demikian: “Dengarlah
olehmu hai Israil! Sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya”.

A: Jelas di kitab Injil sendiri menyebutkan Allah itu Esa, Tunggal. Yesus telah
mengakui sendiri bahwa dia bukan Tuhan. Bagaimana pendapat saudara. Kaum
Kristen mengatakan Yesus itu tuhan, sedangkan Yesus sendiri menolak disebut
dirinya Tuhan.

B: Ya, saya tidak mengerti dan tambah bingung.

A: Biarlah tidak apa-apa. Marilah kita teruskan lagi. Periksa di Matius pasal 27
ayat 1.

B: Baik, di sini menyebutkan: “Setelah hari siang, maka segala kepala iman dan
orang tua-tua kaumpun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuh Dia”.

A: Kalau betul Yesus itu Tuhan, mustahil ada manusia merencanakan untuk
membunuh Dia. Silahkan buka lagi di Matius pasal 26 ayat 38

B: Di ayat ini ada menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu:
“Hatiku amat sangat berdukacita, hampir mati rasaku; tinggallah kamu disini dan
berjagalah sertaku”"

A: Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus amat sangat berduka cita pantaskah
ada tuhan berduka cita. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan.
Periksa lagi di Lukas pasal 2 ayat 11

B: Baik diayat ini menyebutkan: “Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru
Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu di dalam negeri Daud”.

A: Wajarkah tuhan dilahirkan oleh manusia (Maria). Terus periksa di Johanes
pasal 5 ayat 30

B: Baik, di sini menyebutkan : “Maka aku tidak boleh berbuat satu apa dari mauku
sendiri, Seperti aku dengar begitu aku hukumkan, dan hukumku itu adil adanya,
karena tidak aku coba turut mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah
mengutus aku”

A: Ayat itu Yesus sendiri yang berkata bahwa ia tidak berkuasa berbuat
sekehendaknya. Wajarkah tuhan tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Di ayat
itupun Yesus mengaku sendiri bahwa kehendaknya itu menurut kehendak Tuhan
yang mengutus dia. Kalau Yesus betul Tuhan, tentu tidak dapat diperintah oleh
siapapun. Di ayat ini juga Yesus mengaku, bahwa dia bukan Tuhan melainkan
diutus oleh tuhan. Yang diutus itu tentu bukan Tuhan.

B: Kalau berdasarkan ayat tersebut, memang benar keterangan Bapak.

A: Kalau begitu jelas bahwa:
1. Yesus Datang kedunia ini bukan kemauannya sendiri tetapi utusan Tuhan atas
kehendak Tuhan, sebagaimana juga Tuhan telah mengutus Nabi-nabi dan rasul-
rasul yang lain.
2. Yesus menghidupkan orang mati bukan maunya sendiri melainkan atas
kehendak Tuhan, sebagaimana juga Ilyas dapat menghidupkan orang mati.
3. Yesus dapat menyembuhkan penyekit kusta (lepra), bukan kehendaknya
sendiri, melainkan atas kehendak Tuhan sebagaimana Ilyas dapat
menyembuhkan penyakit lepra.

Keterangan saya ini berdasarkan pengakuan Yesus sendiri di ayat tadi bahwa
“tidak aku coba mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus
Aku”

Apakah Saudara memerlukan lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan pengakuan
Yesus sendiri bahwa Ia bukan Tuhan.

B: Buat saya masih memerlukan lagi, bukankah telah saya sampaikan kepada
bapak, bahwa saya ingin mencari kepuasan dalam meneliti ajaran-ajaran agama,
terutama dalam hal Ketuhanan yang hakiki. Tetapi saya ingin bertanya, dan maaf
sebelumnya, bagaimanakah bapak bisa hafal diluar kepala tentang ayat-ayat
Bibel, dan keistimewaan bapak ini saya merasa kagum.

A: Itu adalah petunjuk Tuhan. Alhamdulillah saya memang mempelajari
bermacam agama, akhirnya saya bertambah yakin akan kebenaran Agama
Islam. Kalau saudara merasa kagum kepada saya, maka sayapun lebih merasa
kagum lagi kepada saudara selaku pemeluk agama Kristen berhasrat meneliti
ajaran-ajaran agamanya. Juga dengan bantuan bapak Markam ini. Baiklah kita
lanjutkan, periksa lagi di Ulangan pasal 4 ayat 39.

B: Baik, dipasal dan ayat ini disebutkan sebagai berikut: “Maka sekarang
ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik
di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali ia tiadalah lain
lagi.”

A: Tegas sekali, dikitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan
melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada tuhan
melainkan Allah. Jadi Yesuspun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-
putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka
pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula
dengan ajaran Yesus.

B: Tetapi dalam Injil Johanes pasal 10 ayat 38 ada menyebutkan: “Supaya kamu
dapat tahu dan percaya, yang Bapa ada di dalam aku, dan aku ada di dalam
Bapa”.
Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam Yesus,
maksudnya Tuhan dan Yesus itu satu adanya atau singkatnya bahwa Yesuspun
Tuhan. Juga dalam Johanes pasal 14 ayat 11 ada menyebutkan: “Percayalah
yang aku ini dalam Bapa, dan Bapa dalam aku”.

A: Kalau saudara berpegang dengan ayat tersebut, bahwa Yesus itu Tuhan,
maka saudara harus mengakui juga bahwa Tuhan itu Yesus dan Yesus itu
Tuhan.

B: Tidak demikian, tetapi Yesus dan Tuhan itu satu.

A: Kalau begitu, saya ingin bertanya: “Di ayat itu ada dua rangkaian kata ialah
“Yesus dan Tuhan”. Siapakah yang lebih berkuasa di antara keduanya. Tuhan
Bapakah atau Yesus.

B: Tentu Tuhan Bapa.

A: Kalau masih ada yang lebih berkuasa dari Yesus, maka Yesus tentu bukan
Tuhan, lebih jelas periksa di Injil Johanes pasal 14 ayat 28.

B: Baik, di ayat ini ada menyebutkan: “Kamu sudah dengar aku bilang, yang aku
pergi serta datang kembali sama kamu. Coba kamu cinta sama aku, hati, sebab
aku sudah bilang: “Yang aku pergi sama Bapa, karena bapaku itu lebih dari aku”

A: Di ayat ini Yesus sendiri mengatakan: “Bapaku itu lebih dari aku”, ini
menunjukkan bahwa, kalau Yesus itu Tuhan, maka ialah tuhan yang tidak
sempurna, oleh karena masih ada yang melebihi tingkatnya. Yang tidak
sempurna itu tentu bukan Tuhan. Harap saudara periksa lagi di Injil Johanes
pasal 12 ayat 45.

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Dan barang
siapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku”

A: Pantaskah tuhan diutus. Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang di
utus. Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat
Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan Yesus diatas menunjukkan bahwa
ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan.

B: Saya belum meneliti maksud ayat di Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14
ayat 11 yang menyebutkan bahwa “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”,
seperti yang telah saya bacakan tadi. Akan tetapi dalam ayat ini saya
berpendapat ada dua macam penafsiran :
1. Yesus adalah Tuhan.
2. Berdasarkan Injil Johanes pasal 12 ayat 45 yang kita baca itu menyebutkan,
Yesus itu adalah utusan Tuhan. Utusan disini maksudnya selaku Tuhan ia
menyampaikan sendiri ajarannya kepada manusia.

A: Ayat itu bukan berarti mempunyai dua macam penafsiran, tetapi diantara dua
ayat tersebut yakni di Johanes pasal 10 ayat 38, dan pasal 14 ayat 11 dan
Johanes pasal 12 ayat 45 itu adalah bertentangan. Disatu ayat ditafsirkan Yesus
itu Tuhan, dan di ayat lain disebutkan bahwa Yesus itu utusan Tuhan. Jadi di
dalam Injil sendiri terdapat ayat-ayatnya antara yang satu dengan yang lain
bertentangan. Kita perlu ingat kembali pada pembicaraan kita semula kalau ada
kitab suci yang isinya berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, maka
apakah kitab suci itu masih akan dipertahankan kesuciannya..?.

B: Betul, kita telah bicarakan hal itu pada pertemuan yang lalu.

A: Andaikan saudara masih juga mempertahankan ketuhanan Yesus dengan
berdasarkan ayat Bibel yang menyebutkan: “Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam
Yesus” sebagaimana tersebut dalam Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat
11 itu maka saudarapun akan dijawab oleh kitab Injil saudara sendiri, bahwa
penafsiran saudara itu tidak benar.

B: Dimanakah menyebutkan demikian?

A: Silahkan saudara periksa di Injil Johanes pasal 17 ayat 21.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya semua jadi satu, ia Bapa! seperti
Bapa dalam saya dan saya dalam Bapa dan supaya dia orang jadi satu dalam
kita, biar dunia percaya Bapa sudah mengutus saya”.

A: Jelas di ayat ini kalau Yesus sendiri berkata bahwa Yesus dalam Bapa dan
Bapa dalam Yesus dan muridnya pun ada dalam Bapa. Kalau begitu harus
saudara akui bahwa murid-murid Yesuspun Tuhan juga.

B: Kalau begitu bagaimana arti yang sebenarnya ayat itu menurut Bapak.

A: Kalimat, “Bapa dalam saya”, dan muridnya jadi satu dengan kita (Allah dan
Yesus) di ayat tersebut maksudnya, supaya Yesus senantiasa tidak melupakan
Allah (Bapa) demikian juga muridnya tidak melupakan Yesus dan Allah (Bapa).
Dan di akhir ayat tersebut Yesus berkata “biar dunia percaya yang Bapa
mengutus saya”. Rangkaian kata-kata ini tegas sekali Yesus mengakui bahwa ia
bukan anak Allah, melainkan utusannya, dan teruskan saudara baca di Johanes
pasal 17 ayat 23

B: Baik, ayat tersebut menyebutkan: “Saya dalam dia orang, dan Bapa dalam
saya, supaya dunia boleh tahu yang Bapa sudah mengutus saya”

A: Apakah susunan ayat tersebut belum jelas bahwa Yesus sendiri yang berkata
dan mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Apakah saudara
masih belum puas tentang ayat-ayat Injil yang menunjukkan bahwa Yesus bukan
Tuhan, karena saya anggap telah cukup banyak tunjukkan kepada saudara.

B: Sebagaimana telah saya sampaikan kepada bapak, saya ingin kepuasan.
Sebetulnya keterangan-keterangan bapak telah memuaskan saya, namun
demikian kalau masih ada ayat-ayatnya lagi harap bapak tunjukkan.

A: Baik saya penuhi pengharapan saudara silahkan saudara periksa di kitab
Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22.

B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Maka sebab itu
besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan
dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari
telinga kami”

A: Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada
Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri
mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan
Tuhan dan ditengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: “Tiada Allah
melainkan engkau”. Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah.
Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, “tiada Tuhan
melainkan Allah” mengapa kaum kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan.
Silahkan periksa lagi Injil Yahya pasal 17 ayat 8.

B: Baik, sebutan ayat tersebut adalah sebagai berikut: “Karena segala firman
yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah Aku sampaikan kepada mereka
itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya
bahwa Aku datang dari Ada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang
menyuruh aku.

A: Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau
Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapapun juga. Di akhir
ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa “Engkaulah yang menyuruh aku”. Jadi
Yesus itu bukan tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, sebagaimana Nabi-nabi dan
utusan-utusan Allah yang lain-lain juga. Teruskan saudara periksa Injil Matius
pasal 26 ayat 2.

B: Baik, disini menyebutkan : “Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi
akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia
disalibkan”

A: Yang dimaksud dengan anak manusia di ayat itu ialah Yesus sendiri. Jadi jelas
Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia.
Lanjutkan periksa Injil Matius pasal 5 ayat 45.

B: Baik, ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang
disurga…”

A: Cukup sampai disitu. Di ayat ini saudara saksikan sendiri, bahwa Yesus
sendiri yang berkata kepada murid-muridnya, supaya kamu menjadi anak-anak
bapamu yang di surga; yakni apabila murid-muridnya taat atas perintah-perintah
Tuhan, menurut Yesus mereka akan jadi anak Tuhan juga. Berdasarkan ayat
Bibel tersebut tentunya anak tuhan akan menjadi banyak jumlahnya, bukan
Yesus saja.

B: Tetapi di Injil Johanes pasal 1 ayat 34 menyebutkan : “Maka aku sudah
melihat itu, serta bersaksi yang dia inilah anak Allah”.
Juga di Injil Matius pasal 3 ayat 17 menyebutkan: “Maka suatu suara dari langit
mengatakan:” Inilah Anakku yang kukasihi, kepadanya aku berkenan”
Di Injil Lukas pasal 1 ayat 32 juga menyebutkan: “Maka ia akan menjadi besar,
dan Ia akan dikatakan anak Allah yang Maha Tinggi, maka Allah, Tuhan kita akan
mengaruniakan kepadanya takhta Daud, nenek moyangnya itu”.
Di Ibrani pasal 4 ayat 14 menyebutkan: “Sedangkan ada kepada kita seorang
Imam Mahabesar yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus Anak Allah,
maka hendaklah kita memegang pengakuan itu”.
Dan masih banyak lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan bahwa Yesus Anak
Allah. Kalau Bapak memerlukan akan saya tunjukkan ayat-ayatnya.

A: Saya mengerti, bahwa ayat-ayat Bibel yang menyebutkan Yesus Anak Allah
sebagaimana tersebut di:

Matius : Pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63 dan
Pasal 16 ayat 17

Johanes : Pasal 3 ayat 16, pasal 1 ayat 34 dan 40, pasal 17 ayat 1, pasal 19 ayat
7, pasal 16 ayat 27 dan ayat 30, pasal 15 ayat 23 dan beberapa ayat lainnya di
Johanes.

Rum : Pasal 1 ayat 9, pasal 5 ayat 10, pasal 8 ayat 3, pasal 29 ayat 32.

Galitiah : Pasal 1 ayat 16, pasal 4 ayat 4 dan 6.

Lukas : Pasal 1 ayat 32 dan 35, pasal 3 ayat 22, pasal 4 ayat 3 dan 9, pasal 4
ayat 43 dan 41.

Ibrani : Pasal 1 ayat 2,5 dan 8, pasal 3 ayat 6, pasal 4 ayat 14, pasal 5 ayat 5 dan
8.

Matius : pasal 2 ayat 15, pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3 dan ayat 6, pasal 14 ayat
33, pasal 26 ayat 63, pasal 16 ayat 17.

Korintus : Pasal 1 ayat 9

Dan masih ada beberapa ayat lain di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu Anak
Allah tetapi maksudnya bukan anak Allah yang sebenarnya, karena Yesus sendiri
mengaku dikitab Injil bahwa ia adalah utusan Allah, bukan Anak Allah. Dan ia
sendiri berkata: “anak manusia” bukan anak Tuhan, Jadi jumlah ayat-ayat di kitab
Injil yang menyebutkan Yesus itu anak Allah tidak menjamin kebenarannya
bahwa ia anak Allah betul-betul, sebagaimana kita sering mendengar ucapan-
ucapan “Anak Kapal”, “Anak Sekolah”, tidak berarti bahwa kapal dan sekolah itu
beranak, melainkan mempunyai arti bahwa orang itu selalu terikat oleh peraturan-
peraturan kapal dan pelajaran-pelajaran di sekolah. Periksa lagi Yahya pasal 5
ayat 30.

B: Ayat tersebut demikian bunyinya : “Suatu pun tidak aku dapat berbuat menurut
kehendakku sendiri melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana yang aku
dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak
diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.

A: Di sini jelas sekiranya Yesus itu Tuhan, tentu dapat berbuat sekehendaknya
sendiri. Tetapi di Bibel sendiri menyebutkan bahwa perbuatan Yesus itu adalah
kehendak Tuhan. Dan sekiranya Yesus itu Tuhan, tentunya tidak ada yang
mengutus. Mustahil Tuhan menjadi utusan Tuhan, atau dengan lain kata “Utusan
Tuhan itu adalah Tuhan”, bisakah terjadi demikian.

B: Sudah jelas dan terima kasih.

A: Silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13.

B: Baik, disini menyebutkan: “Seorang pun tiada naik kesurga, kecuali ia yang
sudah turun dari surga, yaitu anak manusia”.

A: Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Yesus sendiri adalah anak manusia
bukan anak Tuhan.

B: Betul berdasarkan ayat tersebut Yesus adalah anak manusia.

A: Periksa lagi di Matius pasal 27 ayat 30

B: Baik, disini menyebutkan : ” Maka mereka itupun meludahi Dia, serta
mengambil buluh itu memalu kepalanya”.

A: Kalau Yesus itu betul Tuhan, bagaimana Tuhan bisa diludahi dan diperolok-
olokkan. Mengapa ada Tuhan yang begitu lemah. Sesuai dengan pengharapan
saudara supaya puas dengan soal ketuhanan Yesus menurut Bibel dan
perkataan Yesus sendiri ada menyebutkan Ia bukan Tuhan, sekali lagi periksa di
Matius pasal 21 ayat 18 dan 19.

B: Baik, di sini menyebutkan: ” Pada pagi-pagi harinya, apabila Ia kembali
kenegeri itu, ia merasa lapar”. Serta dipandangnya sepohon ara di sisi jalan,
pergilah ia kesitu dan didapatinya suatu apapun tiada dipohon itu, melainkan
daun sahaja. Lalu berkatalah Ia kepadanya: Janganlah jadi buah dari padamu
lagi selama-lamanya. Maka dengan seketika itu juga layulah pohon ara itu”.

A: Kalau Yesus itu Tuhan tentu ia tidak akan mengutuk pohon itu supaya tidak
berbuah melainkan ia akan menciptakan buah pada pohon itu dengan
kekuasaannya selaku Tuhan. Akan tetapi pohon yang tidak berbuat kesalahan
apa-apa kepada Yesus dan pohon yang tidak tahu apa-apa itu malah dikutuk
oleh Yesus. Wajarkah Tuhan mengutuk makhluk yang tidak bersalah. Padahal
kalau betul Yesus itu Tuhan tentu Ia berkuasa menciptakan pohon itu supaya
mengeluarkan buahnya seketika itu juga, tidak lalu mengutuknya.

B: Bapak hafal betul tentang ayat-ayat di Kitab Injil, jadi sudah jelas berdasarkan
ayat-ayat Injil yang bapak sebutkan dan dikuatkan lagi dengan beberapa ayat
lainnya, nyatalah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan.

A: Persoalan Yesus anak Tuhan itu telah kita bicarakan pada pertemuan
pertama, dan sudah dibereskan oleh Injil sendiri yang menyebutkan bahwa selain
Yesus masih banyak lagi beberapa manusia yang harus diakui Anak Tuhan, dan
seharusnya mereka itu diakui juga oleh golongan Kristen, menjabat anak tuhan,
bukan Yesus saja, karena berdasarkan Kitab Injil sendiri anak Tuhan itu banyak.

B: Ya betul kita telah bicarakan tentang itu.

A: Supaya lebih Jelas, baiklah saya ulangi, di Injil ada menyebutkan bahwa:
1. Daud anak Allah yang sulung (Mazmur, pasal 89 ayat 27)
2. Yakub (Israil) adalah anak Allah yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat 22 dan
23)
3. Afraim adalah anak Allah yang Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)
Jadi Daud anak Allah yang sulung, Yakub anak Allah yang sulung, dan Afraim
juga anak Allah yang sulung. Ketiga-tiganya atau kesemuanya adalah anak
sulung. Yang manakah yang betul-betul sulung. Apakah ayat ini benar semuanya
atau salah semuanya. Karena itu saya jelaskan bahwa Anak Allah yang tersebut
dalam Bibel itu, tidak berarti anak Allah yang sebenarnya melainkan maksudnya
ialah kekasih Allah, atau mereka yang taat kepada perintah-perintah tuhan.

B: Saya sudah mengerti terima kasih.

A: Tetapi saudara mungkin belum mengerti betul tentang arti “Anak dan Bapa”
dalam bahasa Ibrani, atau susunan bahasa yang terpakai dalam Bibel.

B: Kalau begitu bagaimanakah arti yang sebenarnya.

A: Dalam bahasa Ibrani kata “Bapa” itu dipakai buat Tuhan, sedangkan kata
“anak” dipakai buat mereka yang dihormati, seperti para Nabi dan para Rasul.

B: Dasar apakah yang dipergunakan oleh bapak tentang keterangan itu.

A: Saya sudah sebutkan pada pertemuan yang pertama ialah tersebut dalam Injil
Matius

B: Saya tidak ingat, di pasal dan ayat berapa.

A: Silahkan buka Matius, pasal 5 ayat 9.

B: Baik, di sini disebutkan: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan
orang karena mereka itu akan disebut anak Allah”.

A: Jelas siapa saja mendamaikan manusia akan disebut akan menjabat “Anak
Allah”, kalau begitu anak Allah itu ratusan, ribuan malah mungkin jutaan orang,
jadi bukan Yesus saja.

B: Apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja, karena sudah larut
malam.

A: Terserah saudara, tetapi baiklah besok malam saja kita lanjutkan.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post